Laksana hujan, dengan kelembutan siraman dan curahannya, ada masanya ia menyuburkan tanah yang gersang dan mengidupkan bumi yang mati. gerimis tipis yang menyirami sebidang tanah panas dan keras terasa artistik. tetapi apakah tidak bernama hujan ketika ia terjun dengan lebat dan dahsyat dari langit-langit, lalu mematahkan ranting, cabang, dan batang-batang pepohonan. melipat rapat hijaunya dedaunan. penjual es cendol dan es campur barangkali hatinya kecut dan wajahnya cemberut. tetapi hujan tetaplah hujan. hujan adalah rahmat bagi semesta alam, dari Allah Yang Maha Penyayang. akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui..




