i am a MusLim

and there is no where eLse i'd rather be..

Oleh ust. Rappung Samuddin, Lc

Pengajian umum @Masjid Baiturrahim, Bila Selatan, Watansoppeng



Doa merupakan ibadah yang begitu ringan dari yang lain, dan pasti dikabulkan. Pasti dikabulkan siapapun dia. Akan tetapi disebutkan dalam hadits bahwa pengabulan doa Allah terhadap doamu, ada pada satu di antara tiga kemungkinan:

1.     Allah kabulkan secara kontan. Ketika kita meminta, Allah langsung memberikan permintaan kita itu.

2.    Boleh jadi Allah tidak berikan kita secara kontan, namun Allah menyimpan doa itu, pahala-pahala doa itu di akhirat kelak. Sehingga boleh jadi ketika kita kembali menghadap Allah, kita akan heran melihat begitu banyak kebaikan, padahal mungkin yang kita lakukan hanya sedikit. Mungkin boleh saja itu merupakan doa-doa yang Allah simpankan untuk kita.

3.       Allah subhanahu wata’ala jadikan doa kita sebagai penghalang dari mara bahaya atau penyakit. Mungkin di jalan, kalau untuk hitungan matematika kita bisa celaka, tapi ternyata satu dan lain hal kita bisa selamat. Boleh saja itu merupakan doa kita, doa yang Allah jadikan sebagai bekal untuk kemudian dipalingkan kita dari bahaya atau musibah.
          Makanya dikatakan pasti dikabulkan oleh Allah subhanahu wata’ala, tapi pengabulan itu satu dari tiga kemungkinan tadi.
Syarat Diterimanya Doa

1.     Ikhlas karena Allah dalam doa.

Mengapa diiringi keikhlasan dalam berdoa? Sebab doa adalah ibadah. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam, “Doa adalah ibadah.” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Al Albany dalam Shaihih Sunnan Abu Dawud].

Allah berfirman:

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” [QS Al-Mu’min: 60]

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “kalau kalian mau meminta, maka mintalah hanya kepada Allah subhanahu wata’ala, dan bukan kepada selain Allah. Maka siapa yang palingkan doanya kepada selain Allah, maka ia seolah-olah memalingkan ibadahnya kepada selain Allah dan itu merupakan suatu perkara dan perbuatan syirik kepada Allah subhanahu wata’ala.”

2.    Tidak tergesa-gesa.

Kita tidak boleh tergesa-gesa ingin melihat hasil doa kita, karena tergesa-gesa, terburu-buru mau melihat hasil doa kita, itu termasuk dianggap hal yang menghalangi dikabulkan doa oleh Allah subhanahu wata’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “senantiasa Allah menerima doa hamba tersebut selama hamba ini tidak berdoa dengan doa dosa atau selama ia tidak tergesa-gesa.” [Al Hadits]

3.   Doa dengan doa yang baik-baik.

Doa dengan doa yang baik-baik dan bukan dengan doa dosa.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “… selama hamba itu tidak berdoa dengan doa dosa…”

4.    Menghadirkan hati dalam doa

Harus kita hadirkan hati dalam doa. Hadirnya hati ini ketika kita paham apa yang kit abaca, kita mengerti apa yang kita minta dan ketika kita memahami makna-makna doa kita. Bagi kita yang mungkin tidak bisa berbahasa Arab maka ketika kita menghapal doa-doa, maka hapalkan juga terjemahannya. Karena begitu banyak kita menghapal doa-doa yang panjang tapi pada umumnya tidak pahami apa yang kita minta.

Maka dibolehkan pada kita untuk berdoa dengan vahasa apa saja, agar lebih khusyuk. Karena yang kita pahami maknanya, yang kita mengerti maksudnya dan kita tahu apa yang kita minta, sudah pasti akan hadir hati kita dalam doa.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian sangat yakin pasti dikabulkan. Sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa yang keluar dari hati yang lalai dan alpa.” [HR At Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]

5.   Menjaga kehalalan makanan, minuman, dan pakaian.

Kita menjaga kehalalan makanan kita, minuman kita dan pakaian kita. Dan ini merupakan perkara yang sangat amat penting. Namun sayangnya sangat sedikit yang selamat dalam hal ini.

Terkadang kalau kita tidak langsung memakan yang haram itu, mungkin kita terkena angin-anginnya. Kalau kita tidak makan riba, mungkin kita akan terkena asap-asap riba tersebut. Ada sedikit orang yang selamat dalam menjaga makanan, minuman dan pakaian yang dipakainya, padahal ini sangat menentukan diterima tidaknya doa.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu telah berkata : Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “ wahai manusia, sesungguhnya Allah Maha baik, Allah tidak menerima kecuali yang baik-baik pula dan sesungguhnya Allah memerintahkan kita semua ini, orang-orang beriman seperti perintah-Nya kepada Rasul.”

Apa perintah Allah kepada Rasul?

“Wahai Rasul-rasul Allah, makanlah yang baik-baik dan beramal shalih.” [Qs. Al-Mu’minun: 51]

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik-baik dari apa yang Aku rezekikan kepadamu.” [Qs. Al-Baqarah: 172]

“Lalu Rasulullah menyebutkan seorang laki-laki yang sedang mengadakan perjalanan panjang, hingga berdebu dan lusuh pakaiannya. Lalu orang ini mengangkat tangannya ke langit, lalu berulang-ulang berdoa, ‘Wahai Allah… Wahai Allah…”. Namun kata Rasulullah, ‘Tapi orang ini makanannya ari umur yang haram, minumannya juga dari bahan yang haram, dan pakainnya dari harta yang haram pula. Maka bagaimana dikabulkan oleh Allah subhanahu wata’ala?”

Para ulama’ menyatakan bahwa hamba yang haram itu sebenarnya pada dirinya terpenuhi empat keadaan dimana pasti Allah mengabulkan doanya. Artinya hamba ini berada pada empat keadaan yang pasti Allah mendengar (mengabulkan) doanya:

1.     Ia dalam keadaan safar. Orang yang bersafar, bepergian jauh di jalan Allah, dikabulkan doanya.

2.    Orang ini dalam kondisi Allah mengabulkan doa; menggunakan pakaian yang paling sederhana ia miliki. Paling lusuh yang ia miliki.

Seorang hamba itu yang pakaiannya compang-camping dan lusuh, ditolak, diusir ketika mendekati pintu-pintu kita, tapi kalau berdoa dan meminta kepada Allah, langsung diberikan oleh Allah subhanahu wata’ala.

3.   Hamba ini menengadahkan tangannya ke langit. Dan ini merupakan kondisi dimana Allah pasti mengabulkan doa.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Maha Pemalu kalau seorang hamba itu mengangkat tangannya berdoa, lalu mengembalikan dalam keadaan kosong.” [HR Al Hakim]

Artinya mengangkat tangan ketika berdoa adalah sunnah dan merupakan keadaan yang pasti Allah menerima doanya.

4.    Hamba ini mengulang-ulang doanya.

Merupakan sunnah, dimana Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam tiap berdoa pasti mengulang doanya. “Ya Rabbi… Ya Rabbi…”

Namun celakanya ketika Rasulullah bersabda, “makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, bahkan dagingnya tumbuh dari makanan haram. Bagaimana boleh dikabulkan oleh Allah?

Di sini peringatan  bagi kita untuk senantiasa menjaga apa yang masuk ke dalam mulut kita dan mulut anak-anak kita. Jangan sampai daging kita dan daging anak-anak kita tumbuh dari sesuatu yang diharamkan oleh Allah subhanahu wata’ala. Apabila demikian, maka kita elah mengalami kerugia yang begitu besar. Kita akan dihalangi oleh doa anak-anak kita karena kita telah memberikan makanan anak kita dari harta yang tidak diridhai oleh Allah subhanahu wata’ala.

6.  Memperbanyak doa pada saat kita senang, kita lapang, merupakan hal dimana Allah mendengar kita dan dapat membantu kita ketika kita butuhkan, ketika sempit dan susah.

“Berkenanlah dengan Allah, banyaklah meminta, banyaklah memohon kepada Allah ketika kalian dalam keadaan lapang dan tenang, niscaya Allah memudahkan kalian menghadapinya,”

“Siapa yang ingin Allah mengabulkan doanya ketika dia dalam keadaan butuh atau sempit, maka hendaknya dia memperbanyak doa ketika ia dalam keadaan lapang atau senang.” [HR. at-Tirmidzi no.3382, al-Hakim no. 1997, ia berkata: Sanadnya Shahih, dan Abu Ya’la no. 6396, dan dihasankan oleh Syaikh Nashiruddin al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 2693]

“Ingatlah Allah, berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian senang dan lapang. Niscaya Ia juga akan mengingat kalian ketika dalam keadaan susah dan sempit.”

0 komentar:

Posting Komentar

Leave your comments, yuk :D