i am a MusLim

and there is no where eLse i'd rather be..




Suatu hari.
“ aku mengenalnya ”

Di suatu hari yang lain.
“ aku begitu mencintainya dan rasa cintaku kian hari kian bertambah. ”

Di suatu hari yang lain lagi.
“ ku dapati goresan-goresan dalam tatapan kesempurnaanku terhadapnya. Hingga akhirnya rasa cinta itu mulai berkurang, sedikit demi sedikit terhisap ketidaksukaan, terhapus meski membekas sedikit lebam. Tapi ku pahamkan kembali kepada diriku bahwa tidak ada yang sempurna agar goresan-goresan itu tidak menutup indraku akan sisi-sisi indahnya. Ya, tidak ada yang sempurna. Tidak mungkin aku, tidak pula dia. Hanya
Allah. Satu-satunya. "


Di hari-hari berikutnya.
“ Alhamdulillah, aku berhasil mengusir runut ketidaksukaanku pergi menjauh dari pundakku yang mulai bosan. Tapi rasa cinta yang datang justru semakin membuncah melebihi  permulaan. ”
“ aku selalu berusaha untuk bersikap biasa, menjalani tiap detik dengan diriku apa adanya. Karena aku tidak mau jika suatu hari nanti aku melihat lagi goresan-goresan yang lain, aku kembali dipeluk hantaman keras yang tak ku inginkan. Tapi aku tak kuasa. Ternyata semakin ku lari darinya, semakin ia begitu menarik, memaksa diriku beserta duniaku menengok lagi ke arahnya. Tapi aku tak ingin membiarkan rasa cinta yang semakin berontak ingin merengkuhnya ini, tambah menggila. Tidak akan. ”
“ aku mulai bisa tidak memberi tempat istimewa dalam ruang yang selalu ku jaga, tapi ada saja sebongkah rindu yang berpendar. ”

Ah dunia, dirimu terlalu berkilau di pelupuk mataku yang sayu. Engkau pun bercerita tentang senja di kaki bukit atau salju di atas ranting yang selalu saja melukis taman langit di tengadahku memandang biru. Aku kini menjadi perindu harmonimu tanpa makna.

0 komentar:

Posting Komentar

Leave your comments, yuk :D