i am a MusLim

and there is no where eLse i'd rather be..


Laksana hujan, dengan kelembutan siraman dan curahannya, ada masanya ia menyuburkan tanah yang gersang dan mengidupkan bumi yang mati. gerimis tipis yang menyirami sebidang tanah panas dan keras terasa artistik. tetapi apakah tidak bernama hujan ketika ia terjun dengan lebat dan dahsyat dari langit-langit, lalu mematahkan ranting, cabang, dan batang-batang pepohonan. melipat rapat hijaunya dedaunan. penjual es cendol dan es campur barangkali hatinya kecut dan wajahnya cemberut. tetapi hujan tetaplah hujan. hujan adalah rahmat bagi semesta alam, dari Allah Yang Maha Penyayang. akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui..


Laksana sinar matahari, ia lembut di awal pagi. sinarnya hangat. para dokter barangkali menyebutnya vitamin D. agak siang sedikit berubah menjadi vitamin P (panas) :). di tengah hari ia akan lebih panas dan menyengat bahkan membakar, sehingga jadilah dia vitamin H (hangus). tidak selamanya sinar matahri lembut. sebagaimana ia tidak selamanya membakar, dan menyengat. tetapi ia tetap bernama matahari, ia tetap menjadi rahmat bagi seluruh makhluk. adakah manusia berfikir dan menyadari?


seperti samudra, dengan keluasan dan kedalamannya, ada kalanya ia indah membiru. ada ketikanya ia sedikit bergolak. ada saatnya membadai, mengamuk, dan berontak. tetaplah ia bernama samudra. tanpa samudra, dunia akan mengalami pembusukan luar biasa. tanpa samudra, efek rumah kaca akan semakin cepat meningkatkan suhu dunia, kerusakan ozon akan lebih laju. alam akan kehilangan keseimbangan. dalam keindahan, dalam gejolak dan badainya, samudra aalah tetap samudra. rahmat bagi sekalian alam. tapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri.. [AA]

0 komentar:

Posting Komentar

Leave your comments, yuk :D