bersandarkan kursi roda yang menyeletuk
menyelisir putih tegel-tegel koridor sesak
tapi sunyi...
titik-titik liquid terajuk terisap selang
yang berujung di tanganku yang teraniaya
tercenung...
duniaku menguap
terseok beranjak
menitik bekas walau tak kekal
akankah baik-baik saja?





