i am a MusLim

and there is no where eLse i'd rather be..


Aku langsung asik memperhatikan titik-titik air yang jatuh tak beraturan dari payung yang tak lagi mengembang dalam genggamanku sesaat setelah duduk dalam pete-pete (angkot). Alhamdulillah dapat tempat favorit, eh bukan favorit sih. Sedikit tentangku, aku tidak sanggup naik kendaraan yang satu ini, kalaupun terpaksa paling sering duduk dekat pintu. :)
Rinai hujan masih sangat deras, bahkan beberapa jalan sudah berselimut banjir. Ku perhatikan sekelilingku. Penumpang-penumpang lain tak jauh-jauh beda modelnya denganku; tangan memegang payung yang basah.
“Kiri, Pak.” Pemilik suara itu segera turun sesaat setelah pete-pete berhenti.