bersandarkan kursi roda yang menyeletuk
menyelisir putih tegel-tegel koridor sesak
tapi sunyi...
titik-titik liquid terajuk terisap selang
yang berujung di tanganku yang teraniaya
tercenung...
duniaku menguap
terseok beranjak
menitik bekas walau tak kekal
bibir putih pucat pinjaman Allah digetar dzikrullah
kian dekat
sedetik kemudian aku telah terkapar
di bawah lampu-lampu menyilaukan
belum lagi hilang
sudah, selamat tinggal
satu organ tubuhku kurelakan
hingga semua hitam kelam
menitik putih bekas walau tak kekal
ku ingin ruh ini dikembalikan nantinya
bekalku masih sedikit sekali





0 komentar:
Posting Komentar
Leave your comments, yuk :D