berdiri membeku di selasar berongga yang tak bertepi
merasakan desiran angin membenam jutaan aksen
hingga samar-samar...
aku takut,
aku takut pusaran beliung rasa takut itu memeluk
merengkuh jemariku yang kaku...
penat setiap detik dari sisa hidupku
menunggu kabut terkuak
menatap siluet menyapu sengatan sisa-sisa senja
menahan kerinduan akan hamparan stepa
tapi tak bisa...
setiap stansa skenario hidupku
seperti kereta
membawaku pergi ke tempat yang ku tuju
tapi kota ini terasa melaju terlalu cepat melewatiku
semakin menjauhkan kerinduanku..
seperti derak-derak mezanin tua
aku pun semakin rapuh..
semakin menjauhi zenit senyum yang dulu..





0 komentar:
Posting Komentar
Leave your comments, yuk :D