i am a MusLim

and there is no where eLse i'd rather be..





berdiri membeku di selasar berongga yang tak bertepi

merasakan desiran angin membenam jutaan aksen

hingga samar-samar...

aku takut,

aku takut pusaran beliung rasa takut itu memeluk

merengkuh jemariku yang kaku...

penat setiap detik dari sisa hidupku

menunggu kabut terkuak

aku semakin tirus jenuh

menatap siluet menyapu sengatan sisa-sisa senja

menahan kerinduan akan hamparan stepa

tapi tak bisa...

setiap stansa skenario hidupku

seperti kereta

membawaku pergi ke tempat yang ku tuju

tapi kota ini terasa melaju terlalu cepat melewatiku

semakin menjauhkan kerinduanku..

seperti derak-derak mezanin tua

aku pun semakin rapuh..

semakin menjauhi zenit senyum yang dulu..

0 komentar:

Posting Komentar

Leave your comments, yuk :D