i am a MusLim

and there is no where eLse i'd rather be..


Sebenarnya tidak ingin ku ceritakan, karena dulu (dulu yah..) ia adalah belahan jiwaku. Yang setiap saat bisa saja ku rindukan, yang setiap saat bisa saja kembali aku menyentuhnya.

Ia bernama gitar, kawan. Benda artistik yang tak pernah ingin diam jika sudah berada dalam genggaman ku. Aku mengenalnya sekitar 4 tahun lalu dan kala itu aku langsung jatuh cinta padanya.
Keseharianku yang penuh dengan musik dan menyanyi, menarik ku untuk berteman dengannya lebih jauh. Tak sulit untuk dekat dengannya, karena aku memang memiliki bakat seni dari kecil, ibuku juga guru seni, dan teman-teman dekatku kebanyakan memiliki hobi yang sama denganku. Hanya dalam waktu satu pekan aku sudah bisa menghafal kord-kord yang ada, dan jari-jariku sudah lihai bermain dengannya. Aku tidak peduli dengan ujung jari-jariku, dari yang sakit teramat sangat hingga mati rasa, aku terus saja mengejar mimpiku menjadi penyanyi dan anak band (hehe..) pada waktu itu.

Sejak saat itu hari-hariku ku lalui dengannya, bahkan saat sakitpun aku masih sempat menyanyikan beberapa lagu diiringi oleh lantunannya. Ayahku menegur, tapi tidak ku pedulikan. Tidak di sekolah, di rumah, di rumah teman, jika ada gitar aku selalu memainkannya. Kakak-kakakku yang mungkin sudah muak juga sering menegurku “kau tidak capek kah menyanyi dan main gitar terus?” sekali lagi aku tidak peduli dan aku hanya menjawab “tidak” dengan cueknya.

Tapi hari ini, aku melepasnya. Sedih sih, sediiihh sekali. Tapi aku harus tetap melepaskannya. Bukan karena rusak, apalagi karena akan ku jual. Tidak, kawan. Tapi karena hari ini aku mengenal sosok yang lebih menarikku. Yang lebih menenteramkanku, dan menenangkan hatiku.
Dialah hidayah. Yang datang dari Allah yang menyentuhku dengan lembutnya. Yang menjanjikanku kesejukan di manapun aku berada, insya Allah. Ku harap hingga aku bertemu dengan penghujung hidupku kelak, ia tetap ada memelukku. “yaa muqallibal quluub tsabbit qalbiy alaa diinik”

Waktu itu, aku lupa apakah aku mendapat sms dakwah dari seniorku, atau diberi tahu oleh kakakku tentang itu. Intinya music is haram kawan.

Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam bersabda: "kelak akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras dan musik." [HR Bukhari dan Abu Dawud] 

Sejak saat itu, aku tak mau lagi menyentuhnya. Meskipun berat, meski aku merindukannya.

Sekali lagi wahai Rabb, wahai Yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku di atas agama-Mu..

0 komentar:

Posting Komentar

Leave your comments, yuk :D