malam menguasai
dingin menyeruak
tangan-tangan mengunci rapat pintu dan jendela
tapi aku masih disini di bibir jendela tua
membiarkan angin malam membelai
semakin gelap
semakin sunyi
dinginnya membekukan jantung..
tak ada pelita langit
tak ada kehidupan
hanya sayup-sayup gemercik air hujan yang jatuh bebas dari genting tua
tapi aku masih di sini di bibir jendela tua
mencoba mengubur jasad kesedihan
tapi tak sedikitpun ia mati
mencoba menyusun ruh senyum yang berserakan
tapi tak sedikitpun ia rapi
mungkin memang tak semua kemarinku adalah hatiku
tapi apalah daya daun kering rapuh
yang terlepas dari genggaman rantingnya
dan jatuh menubruk aspal jalan tua berselimutkan pasir?





0 komentar:
Posting Komentar
Leave your comments, yuk :D