merenungi satu matahari yang pergi
yang semakin menjauh
yang membawa sejuta dilema
namun berbekas
meninggalkan berbagai tanda tanya
menyimpan banyak goresan
aku ingin memburunya
mencari tau tentang jawaban
dari tiap tanda tanya yang ada di kepalaku
menggali yang terkubur dan tak ku tau
mengulanginya, kemudian menghabiskannya
tapi aku tak sanggup
aku tak mengerti
“diriku terlalu lemah tuk melakukannya?
atau terlalu kuat untuk tidak melakukannya?”
hingga aku mengerti
ada sesuatu yang lain yang memburuku
yang mengajariku dari
sebuah roda yang menggilas tubuhku
memaksaku untuk menggerakkan kaki ke depan
bahwa ada matahari lain yang menunggu
tapi itu belum tentu
karena insan mana yang tau
detik ini akan berlanjut ke detik kedua?





0 komentar:
Posting Komentar
Leave your comments, yuk :D